Sabtu, 28 September 2013

Cerpen fiksi

DEKO CORP.

DIBALIK PLANET ORANYE
CERPEN KARYA GALANGASP



DEKOCOMP.
2/13/2013






DIBALIK PLANET ORANYE
Bumi kini dalam kerusakan dan diambang kehancuran karena ada perang dimana-mana yang mulai lama semakin parah akibat ulah manusia, tak seperti dulu bumi yang indah,damai dan tentram.

12-08-2006 lahir sebuah kelompok yang mengaku cinta damai,kebersihan dan kesehatan bagi bumi, kelompok ini memiliki mimpi ingin melihat bumi indah,damai seperti dulu. Kelompok ini bernama DEKOMET yang dipimpin oleh Tama, tapi kelompok ini memiliki teknologi canggih yang tidak di ketahui pihak luar. Karena merasa usaha mereka untuk mengembalikan bumi seperti dulu sia-sia ahkirnya DEKOMET menggunakan teknologinya untuk mengamati benda-benda di angkasa satu persatu dengan pengamatan selama beberapa bulan mereka melihat planet yang sepertinya dapat dihuni, bila dilihat dari bumi warna oranye dan terletak di langit sebelah barat, jadi Tama menyebutnya planet Oranye para anggota pun juga setuju dengan nama itu. Selang beberapa hari Tama mengutus sebuah tim untuk melakukan ekspedisi ke planet Oranye agar dapat dilihat lebih dekat dan apakah layak dihuni. Setelah 9 bulan tim itu kembali ke bumi dengan hasil yang menggembirakan bahwa planet Oranye dapat dihuni tetapi mereka menjaga rahasia itu agar tidak bocor ke pihak luar, tapi tanpa di ketahui DEKOMET ada kelompok lain yang juga mengetahui planet tersebut kelompok itu antara lain Grand Bazooke, The Bags Two, dan Mord-en yang masing-masing dipimpin oleh Adriana, Lucio dan Mord .

DEKOMET sepakat dengan ide Tama untuk tinggal di planet Oranye, Tama hanya menginginkan 63 orang anggota yang ikut dan sisanya dibumi untuk menjaga komunikasi antar Bumi dan planet Oranye tetap dapat tersambung, semua peralatan sudah terangkut dan ke 64 orang tersebut menuju planet Oranye, perjalan menempuh waktu 9 bulan. Sampai disana mereka terkejut melihat 3 kelompok lain berperang memperebutkan planet Oranye, merasa itu bukan dari tujuan Tama untuk berperang, Tama menginginkan bertemu dengan Adriana, Lucio, dan Mord untuk membahas masalah planet Oranye di kapal induk DEKOMET, rapat yang cukup lama berakhir dengan ide Tama untuk membagi planet Oranye menjadi 4 wilayah dan akhirnya semua kelompok dapat menghuni planet Oranye dengan damai dan mimpi Tama dan DEKOMET pun terwujud.
             
           Tapi beberapa tahun kemudian mimpi Tama terusik dengan datangnya sebuah kelompok besar yang bernama Ferd datang dengan kapal induknya yang besar, Tama,Adriana,Lucio,dan Mord mula-mula menyambut kedatangan mereka karena mereka mengira mereka hanya berkunjung tetapi tidak berselang lama kelompok itu mengancam dan menginginkan planet Oranye, Tama pun langsung memberikan tawaran agar hidup bersama, tapi Ferd bersikeras untuk menguasai Planet Oranye tanpa ada kelompok lain. Ferd tiba-tiba pergi meniggalkan planet Oranye dengan penuh tanda tanya, ke empat pemimpin planet Oranye kebingungan bercampur kekhawatiran, apakah Ferd pergi untuk meninggalkan planet Oranye atau pergi untuk mempersiapkan penyerangan seperti yang dikatakan.

Waktu berlalu hari demi hari ke empat kelompok planet Oranye mempersiapkan semua armada yang mereka punya untuk berjaga-jaga bila ancaman yang dikatakan Ferd itu benar. Hari demi hari mereka lalui dengan ketegangan “kapan mereka datang?” semua armadapun mulai kelelahan karena 48jam (waktu di planet Oranye 2x lebih lama dari pada di bumi) dengan tekanan mental yang kuat. 1 bulan sudah berlalu planet Oranye mulai mengurangi armada yang berjaga, tiba-tiba saluran utama energi planet Oranye meledak! Pada saat waktu itu waktu menunjukan masih pagi, armada yang pada saat itu berjaga langsung melihat keadaan saluran dan stasiun energy planet Oranye, mereka melihat keadaannya masih sepi seperti tidak ada apapun yang terjadi hanya saluran energy yang hancur, lalu terdengar suara ledakan yang lebih keras dan arahnya dari kantor pusat komunikasi planet Oranye yang menghubungkan planet Oranye dengan bumi, dan tiba-tiba muncul kapal induk Ferd yang menurunkan armadanya lengkap dengan persenjataanya, seluruh armada planet Oranye pun diturunkan untuk melindungi seluruh penghuni planet Oranye. Perangpun tak terhindarkan, perang yang berlangsung tidak lama menghancurkan armada planet Oranye, lalu Ferd menarik pasukannya kembali ke kapal induk dan berkata “ini baru permulaannya, bila kalian tidak meniggalkan planet ini, akan ada invasi yang lebih besar dan kami beri kalian waktu kalian waktu 4 bulan untuk mengemasi dan mengevakuasi yang ada di planet ini”; mendengar peringatan tersebut Adriana, Mord, Lucio, dan Tama melakukan rapat darurat sedangkan armada yang tersisa diperbaiki dan membereskan sisa peperangan. Penyerangan itu untungnya hanya menghancurkan fasilitas dan armada tidak membunuh pasukannya jadi tidak ada korban jiwa atas peperangan tersebut. Sedang pasukan membereskan sisa peperangan para pemimpin yang sedang rapat nampaknya kebingungan apa yang harus mereka lakukan, Tama memiliki ide untuk menuruti perintah dari Ferd untuk pergi dari planet Oranye dan kembali ke bumi, mendengar ide dari Tama pemimpin dari Grand Bazooke yaitu Adriana tidak setuju dengan ide dari Tama “kita tidak boleh mengalah begitu saja kita telah hidup disini beberapa tahun apakah kita harus memberikan begitu saja tanpa perlawanan” dengan spontan Adriana berkata “planet Oranye is the place where we live and where we die...” kata-kata itu membuat ke tiga pemimpin lain bersemangat untuk mempertahankan planet Oranye sampai titik darah penghabisan, Tama juga tidak mau kalah dengan Adriana, Tama pun memberikan ide lagi yakni membuat ruang bawah tanah untuk menampung semua penghuni planet Oranye dan pada hari kedatangan Ferd armada planet Oranye menyergab pasukan dari Ferd. Dengan munculnya ide itu semua pemimpin setuju untuk membuat ruang bawah tanah.


2 minggu sudah berlalu dan telah terbentuk tim untuk pembuatan ruang bawah tanah, misi ini di namakan NLG (Nebula Large Gun) misi ini diperkirakan akan selesai hanya dengan waktu 1bulan lamanya, karena ruangan yang akan di buat ada 4 ruangan, ruangan tersebut dibutuhkan untuk masing-masing kelompok. Dan kedalamannya 20 meter dibawah tanah dan memiliki tinggi ruangan 10 meter, panjang 100 meter dan lebar 50 meter yang sepertinya cukup untuk menampung pasukan dari tiap-tiap kelompok. Sisa waktu 3 bulan digunakan untuk simulasi pertahanan planet Oranye. Pada waktu kedatangan Ferd ke empat pemimpin juga ingin bertempur menghadapi Ferd tapi banyak anggota yang tidak setuju karena mereka-lah pemimpin, pemimpin harus dibelakang untuk mengendalikan pasukanya agar dapat mengalahkan musuh, dengan kecewa para pemimpin tidak dapat merasakan pertempuran yang akan datang. Tama sangat khawatir dengan penyerangan itu karena fasilitas komunikasi planet Oranye sudah terputus dan bila anggota di bumi  mengirimkan pasukan untuk menyelidiki apa yang terjadi, sepertinya sia-sia karena perjalanan menuju planet Oranye membutuhkan waktu 9 bulan sedangkan penyerangan tinggal 3 bulan, sepertinya Tama harus berusaha agar planet impiannya ini tidak jatuh ke tangan Ferd.


to be continued…